RAKYAT AMBON MENJERIT , MELALUI SURAT DPW SIKAP NUSANTARA MALUKU , BANTUAN BERHARAP SEGERA TURUN

Maluku, www.teropongreformasi.com

Kamis Pagi pukul 09:46:45 WIT tanggal 26 September 2019 masyarakat Maluku
di tiga kabupaten/kota di kejutkan dengan Gempa Bumi berkekuatan 6,8
magnitudo. Warga merasakan getaran yang sangat keras dan mendengar gemuruh saat gempa terjadi. Sejumlah mobil terangkat akibat guncangan gempa.
Warga di sekitar lokasi gempa panik dan berusaha mengungsi ke wilayah
dataran tinggi. Dua pekan pasca gempa 6,8 magnitudo, warga Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat, kembali di kagetkan dengan guncangan 5,6 magnitudo pada hari kamis 10 oktober 2019 yang dirasakan cukup kuat dan bertambah korban jiwa serta kerusakan rumah dan fasilitas umum lainnya. Gempa susulan juga terjadi beberapa kali dan ada yang dirasakan mulai dari sedang hingga terasa kuat, sampai sekarang tercatat sebanyak 13 kali lebih gempa susulan.

Sementara itu sekitar 89.000 warga mengungsi guna mengantisipasi gempa susulan.
Kebanyakan dari mereka juga mengungsi karena bangunan rumahnya rusak akibat gempa. Banyak korban yang berjatuhan dan ribuan rumah warga yang roboh serta fasilitas pendidikan tempat peribadatan, perkantoran dan fasilitas umum lainnya. Korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah 36 orang, Kota Ambon 31 orang dan Seram Bagian Barat 20 orang. Korban meninggal sebagian saat hari pertama gempa magnitude 6,8,
selebihnya meninggal saat dirawat di rumah sakit dan di sejumlah lokasi
pengungsian.
Hingga saat ini masyarakat terdampak masih berjuang untuk kembali berdiri. Menjadi wilayah paling terdampak dari gempa bumi berkekuatan 6,8 dan 5,6 magnitudo, nyatanya emang cukup melumpuhkan kehidupan mereka.
Masyarakat yang paling terdampak langsung belum bisa sepenuhnya kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala dan masih tetap bertahan di hutan-hutan dan perbukitan yang lebih tinggi.
Setiap harinya mereka harus rela menaiki dan menuruni bukit untuk mengambil air bersih. Pasokan kebutuhan makanan mereka masih bergantung pada bantuan kemanusiaan. Masih ada pengungsi korban gempa bumi yang tersebar di
sejumlah lokasi pengungsian belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Sejumlah kebutuhan pokok sangat mendesak dibutuhkan untuk para pengungsi, baik itu pangan maupun non pangan. Selain itu juga dibutuhkan makanan bayi, makanan dan minuman paket, obat-obatan serta makanan siap saji.

Kondisi cuaca di Kota Ambon saat ini sangat ekstrim, hujan pengungsi mulai mengeluhkan sejumlah penyakit seperti sesak napas, gatal-gatal dan diare.
Sejumlah penyakit dialami oleh anak-anak . System kesehatan anak-anak dan lansia lebih rentan, kondisi pengungsian yang tidak layak, kotor, dan juga lembab turut menjadi pemicu barbagai penyakit. Kala malam dingin, pengungsi hanya
tidur beralaskan tikar di bawah tenda terpal seadanya.
“Saya, Franky Ketua DPW Sikap Nusantara mewakili masyarakat Ambon untuk memohon kepada Presiden Jokowi agar kami segera mendapatkan bantuan, saya atas nama SIKAP NUSANTARA aka mengkoordinir bantuan apabila turun dari Bapak Presiden melalui surat yang kami kirim” ujar Franky Suitella, seperti yang dilansir awak media
“Surat sudah kami buat untuk disampaikan agar Pemerintah Pusat
terutama Bapak Presiden Kami, Bpk Ir. Joko Widodo benar-benar membantu dan melihat kami, dan atas perhatiannya kami Pengurus Sikap Nusantara dan masyarakat korban bencana gempa bumi Maluku mengucapkan terima kasih.
Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak Presiden dan Pemerintah Pusat atas kesediannya membantu kami Rakyat Maluku.” kata Franky sambil berdoa

#Pewarta : Wahyu/Agam

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *