Desaku di kepung rentenir

Situbondo, www.teropongreformasi.com

“Duh gusti ampunilah hambamu yang penuh dosa ini , kami sebenarnya tak ingin ini terjadi pada keluarga kami tetangga kami dan saudara saudara kami seiman dan seagama tapi terpaksa kami lakukan karena ini mungkin satu satunya jalan sementara yang terpaksa kami lalui”.
Itulah sekelumit jeritan hati kami dan saudara saudara kami yang terjerat rentenir / lintah darat sang menghisap darah.

Itu adalah fakta kehidupan di desa kami yang terjerat umpan manis rentenir / lintah darat sang penghisap darah , entah di mulai dari siapa ?, awalnya desa kami cukup jarang di temui yang namanya rentenir , paling paling yang sering di jumpai tukang kredit barang barang keperluan rumah tangga. kali ini tidak saja tukang kredit yang berseliweran justru rentenir yang berseliweran datang silih berganti , mereka tak ubahnya tukang sayur , menawarkan sejumlah uang pada warga yang rata rata ekonominya pas pasan tentu itu tidaklah gratis melainkan pasang tarip bunga yang membubung tinggi ya karena di buru kebutuhan mendesak terpaksa di ambil meskipun pada ahirnya gali lobang tutup lobang.

Sedang program pemerintah melalui kredit usaha rakyat ( KUR ) hanya bisa di jangkau bagi yang punya usaha .sedang yang bukan pedagang terpaksa ngambil kredit di luar program pemerintah walau dengan bunga sangat tinggi, bayangkan kalau ngambil kredit dengan uang satu juta misalnya sebelum uang sampai di tangan sudah di potong duluan sebanyak 200 ribu . seterusnya nyicil tiap hari sebayak tiga sampai empat belas kali seratus jadi ketemuya satujuta empat ratus plus potongan di awal 200 ribu sama dengan satu juta enam ratus ribu rupiah, wow fantastis sekali-kali lipatan uang mereka. Siapa harusnya yang patut di persalahkan dalam hal ini ?
Himbauan para ustad dan Kiai tidak mampu atau di dengar oleh mereka para lintah darat mereka sudah lupa daratan yang penting usaha lancar tidak peduli harus makan uang haram.
Mereka para rentenir benar benar menjerat leher mereka (nasabah ) .

#Pewarta : Mim

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *