Perencanaan Yang Amburadul, hasilkan Proyek Gagal Rugikan Negara

Suyono bersama Tim

Bondowoso, www.teropongreformasi.com

Kembali pada masalah perencanaan, Drs Suyono, SH Ketua Umum LSM Reformasi angkat bicara, kali ini yang di bicarakan adalah Masalah Proyek Air Bersih Kawah Wurung yang menghabiskan Anggaran tahun 2018 dan berasal dari APBD tidak sedikit yaitu 1 Milliar Rupiah dan itupun ternyata bisa di katakan Gagal karena beberapa kendala yang sangat signifikan sehingga bisa di katakan pula bahwa hal ini berawal dari perencanaan yang sangat amburadul dan asal jadi. Menurutnya,  perencanaan yang tidak konsisten menyulitkan pengerjaan proyek air itu terlaksana dengan baik.

Di jelaskannya babwa Tahun 2016 sebelum ada penggeseran kepala OPD, Dinas BMCK merencanakan untuk  pembangunan air bersih  tersebut.  Itu pun, didalam  perencanaannya dianggarkan senilai Rp 3 miliar. Pipa-pipa air itu terdiri dari pipa besi,  karena medannya parah sekali, tapi pada kenyataannya Proyek air bersih di Kawah Wurung yersebut hanya dianggarkan senilai Rp 1 miliar, hal ini bisa di katakan di paksakan, ” Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso, itu terlalu gegabah, tidak melihat kondisi di lapangan. Buktinya, menkmbulkan masalah yamg lumayan besar” ujarnya.

Selanjutnya, Suyono selaku aktivis pemerhati pembangunan di Bondowoso yang angkat bicara tersebut menjelaskan bahwa soal gagalnya proyek air bersih di Kawah Wurung itu murni tanggung jawab Bupati, hal ini di karenakan bahwa proyek tersebut adalah merupakan Proyek inisiatif Pemerintah Daerah dan disahkan oleh DPRD Bondowoso melalui Perda,” jelasnya.
” Dalam waktu Dekat Kami akan melaporkan kasus ini ke penegak hukum, selanjutnya akan meminta pada Penegak Hukum untuk menelusuri Kejanggalan sehingga merugikan Negara miliaran Rupiah ” tegasnya.

Sampai berita ini di tulis di katakan bahwa Kasus ini di Kabupaten Bondowoso masih di pimpin oleh Bupati amin said Husni dan Kepala PUPRnya masih Karna, sedangkan sekarang sudah pindah dan menjabat di Kabupaten Lumajang sebagai Kepala PUPR, akan tetapi kasus ini akan tetap di lanjut dan ini sebagai pembelajaran agar Perencanaan Anggaran tetap bisa tertata dengan baik, tidak seperti ini, Amburadul sehingga menhasilkan proyek yang justru memalukan.

# Pewarta : Why

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *