Bakesbangpol Situbondo Adakan Forum Silaturrahmi dengan Tokoh Agama / Masyarakat dan Pemuda


Situbondo, www.teropongreformasi.com

Jum’at 20/9 .

Jelang pemilihan Kepala Desa serentak sekabupaten pada tanggal 23 Oktober 2019 yang akan datang membuat pihak Pemerintah Kabupaten Situbondo bertindak extra hati hati terkait masalah kamtibmas , untuk itu Bakesbangpol berinisiatif mengadakan forum silaturrahim dengan elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda, juga hadir beberapa perwakilan dari LSM, tak ketinggalan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan . Kehadiran mereka di tengah tengah masyarakat Guna membantu Pemerintah dalam banyak hal seperti membantu mendinginkan suhu politik jelang pilkades , suasana yang kurang kondusif terkait Masalah pilkades karena bukan tidak mungkin masalah kecil jadi besar karena urusan dukung mendukung pilkades, untuk itu kehadiran teman-teman LSM dan Tokoh masyarakat sangat di butuhkan kehadirannya guna memberikan pemahaman tentang dunia politik .

Hadir sebagai pembicara selain dari Bakesbangpol sendiri antara lain Pasi Intel Kodim dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Situbondo, febry, Peran lembaga kemasarakatan seperti LSM dan ormas kemasyarakatan adalah sebagai mitra pemerintah, membantu sebagai kontrol sosial dalam jalannya pemerintahan, terkait penyelenggaraan negara, mulai dari tingkat Desa hingga pusat, mengingatkan agar tidak melakukan hal yang merugikan keuangan negara ( korupsi – Red ).

Ormas dan LSM dalam mengemplementasikan / melaksanakan penerapan suatu gerakan hendaklah lebih dulu memahami masalah serta membaca undang undang keormasan no 16 th 2017 agar tidak kebablasan .
Tugas pokok ormas salah satunya adalah selain mitra pemerintah juga sebagai kontrol terhadap jalannya pemerintahan, tentu dengan aturan yang telah di tentukan agar tidak kebablasan dan netral dalam bersikap / tidak memihak .

“Selain itu untuk rekan – rekan jurnalist dalam Menyikapi dunia elektronik /media sosial Hendaklah Hati hati ketika kita menggunakannya, sosial media ketika kita mengeluarkan pendapat melalui pesan elektronik hendaklah hati hati jangan sampai pendapatmu melukai orang lain . karena pendapatmu mengenai pribadi orang lain ketika di tranmisikan ke orang lain di media sosial dan itu tidak ada ijin dari yang bersangkutan dan melukai perasaan orang itu lebih lebih ada unsur mencemarkan nama baik orang lain maka akan ada sangsi hukum. Bisa di jerat pidana . Dengan undang undang ITE ada istilah jari jarimu adalah harimaumu”, Jelas febry.

# Pewarta : mis.

# Editor : Wahyu

(Visited 8 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *