Perkim Di Duga Tutup Mata, Fasilitator berubah menjadi Suplier

Bondowoso, www.teropongreformasi.com Dalam pemberitaan sebelumnya dan berdasarkan statement dari Kabid Pembangunan Perumahan dan Permukiman Eko Pribadi menyampaikan dengan tegas bahwa fasilitator tidak boleh merangkap sebagai suplayer. “Kalau fasilitator itu tidak boleh jadi suplayer itu namanya rangkap jabatan tidak boleh itu”, ucapnya saat diwawancarai awak media senin 26 agustus 2019. Berdasarkan hasil investigasi pertama diketemukan bahwasanya disalah satu Gudang suplayer di Desa Dawuhan, diduga sebagai milik salah satu Fasilitator yang bernama Dulla. Dan bukan hanya yang ada di Desa Dawuhan, di Daerah Tegalampel juga ada suatu Gudang Suplayer yang patut ditengarai sebagai tempat Fasilitator merangkap sebagi suplayer. Tepat didepan hotel RIS jalan sekarputih ada sebuah gudang diketahui milik salah satu fasilitator sekaligus suplayer untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ditempat tersebut tersimpan tumpukan tumpukan kayu dan material bangunan yang diduga punya salah satu fasilitator bernama Mohassim. Saat awak media ini mendatangi lokasi tersebut terlihat beberapa orang yang sedang bekerja mengerjakan kusen pintu, dan saat di tanya oleh awak media, “Ini untuk program bedah rumah pak”, imbuhnya dan membenarkan bahwa mereka bekerja pada salah satu fasilitator yang bernama Mohassim. Ditempat terpisah awak media mencoba menghubungi fasilitator tersebut dan akhirnya disuruh ke kantor dan saat hendak mengkorfirmasi terkait hal tersebut malah memberi 2 amplop yang tak lain berisi uang pecahan 50 kepada salah satu wartawan yang hendak mengkonfirmasi kebenaran yang diduga fasilitator merangkap suplayer tersebut, Pewarta. : Why
(Visited 8 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *