Demo Mahasiswa HMI Lhokseumawe, DPRD harus kerja Maksimal

<p>Lhokseumawe, www.teropongreformasi.com Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lhokseumawe Aceh Utara Selasa ( 1092019) sekitaran pukul 11:40 wib. melakukan demo di depan gedung DPRD Lhokseumawe Saat demo di mulai setelah selesai acara pengambilan sumpah bagi 25 anggota DPRD Lhokseumawe periode 2019-2024 saat aksi ini mulai masih banyak tamu undangan yang di dalam gedung maupun di luar gedung Aksi lagi berlangsung mahasiswa memberikan penyampain 12 poin penting hanya empat poin yang langsung di tindak lanjuti oleh anggota Dewan yaitu: Tentang Tinggi angka kemiskinan yang ada di kota Lhokseumawe ini yang menjadi PR Besar untuk Legislator untuk bisa menyuntaskan seluruh angka kemiskinan sampai saat ini kota Lhokseumawe masih nomor dua tertinggi di Kabupaten kota di seluruh Provinsi Aceh, Selanjutnya tentang syariat islam Kota Lhoseumawe terkenal syariat islamnya, namun yang kita lihat di tempat kota Lokseumawe penuh dengan kemaksiatan, mulai dari karoke tidak ada batasan nya tempat tempat seperti mesjid pasti ada para wanita dan pria muda duduk di samping mesjid, Kemudian Terkait kerja harus di perjelas di kota Lhokseumawe karena itu akan menyerap khusus nya putra putri daerah kota lhokseumawe, terkait imprasruktur di minta agar DPRD mulai fungsi pengawasannya untuk semakin progresif mengawasi tindakan kinerja wali kota, jangan sampai wali kota lhokseumawe hanya duduk di kedai kopi dengan tidak turun langsung pada rakyat untuk melihat penderitaan rakyat, juga masalah penggusuran yang ada di kota lhokseumawe, Infrasruktur yang memang masih terbengkalai, saat ini yang seharusnya itu bisa menjadi tolak ukur atau ekonomi untuk masyarakat masyarakat kecil yang ada di kota lhokseumawe. Limit waktu yang di berikan oleh mahasiswa demo hanya 3 bulan untuk menuntaskan 4 kasus tersebut, Bila tidak maka Pendemo akan kembali dengan masa yang lebih banyak untuk pergi kembali ke kantor DPRD untuk menyampaikan kembali janji – jani mereka yang sudah di khianati, ujar kordinator lapangan muhammad fadli. # Pewarta. : Wiki # Editor. : Why</p>
(Visited 6 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *